Teknologi Beton

Material Penyusun Beton

Secara umum beton adalah pencampuran material yang terdiri dari batu kerikil, pasir, semen dan air yang dipakai untuk bahan bangunan. Sedangkan menurut SNI 03 – 2847 – 2002, beton adalah bahan yang didapat dengan mencampurkan semen Portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Sampai saat ini Teknologi Beton sudah sangat berkembang dengan pesat dimana inovasi baru bermunculan.

Beton terdiri dari empat (4) bahan penyusun utama, yaitu :

  1. Batu split (batu kerikil)
  2. Pasir
  3. Air
  4. Semen

Jika campuran itu terdiri dari semen dan air maka bahan tersebut bernama pasta semen. Jika campuran itu terdiri dari semen, air dan pasir maka bahan tersebut bernama mortar. Namun jika campuran itu terdiri dari semen, air, pasir dan batu kerikil maka bahan tersebut bernama beton, bahan bangunan ini banyak kita jumpai sebagai bahan material untuk membangun rumah, jalan, kolom, gedung bertingkat, precast, dll. Lihat pada penjelasan gambar dibawah ini.

Untuk menghasilkan beton dengan kekuatan yang baik untuk dijadikan bahan bangunan harus diatur komposisinya, secara umum prosentase komposisi dari bahan penyusun beton adalah :

  • Semen 15 – 20 %
  • Air 7 – 15 %
  • Batu Pecah / Kerikil 30 – 50 %
  • Pasir 25 – 30 %

Jika kita lihat pada prosentase komposisi campuran beton diatas, batu split / kerikil merupakan komponen yang paling besar / banyak pada setiap campuran yang dibuat, bisa mencapai 50 – 70% tergantung mutu beton yang akan dihasilkan. Perbedaan prosentase pada setiap komponen akan menghasilkan dua perbedaan yaitu :

  1. Mutu beton (kekuatan beton) dan
  2. Slump atau kekentalan beton yang masih berbentuk plastis yang biasa kita kenal dengan K-225 slump 12 +/- 2cm , K-250 slump 12 +/- 2 cm dan sebagainya.

Perbedaan mutu beton yang dihasilkan tentunya akan berdampak pada perbedaan harga beton ready mix yang ditawarkan kepada customer produsen readymix yang banyak kita jumpai di kota kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cilegon, dan kota kota lainnya.

READ  Beberapa Keutamaan Membaca Alquran, Apa Saja?

Perbedaan Mutu Beton

Karena komposisi material penyusun beton bisa disesuaikan dengan kekuatan yang akan dihasilkannya maka sejak diawal keberadaannya produsen readymix pun juga menyediakan mutu beton yang berbeda beda untuk menyesuaikan terhadap kebutuhan customernya. Perbedaan harga ready mix tersebut bukan hanya karena perbedaan mutu beton, perbedaan truk pengangkutnya pun berpengaruh. Ada 2 jenis truk pembawa beton, yaitu beton regular (dibawa oleh truk mixer besar ; 7,8 atau 9 m3 sekali angkut) dan beton minimix.

Perbedaan truk pembawanya pun akan memberikan perbedaan harga. Perbedaan Harga beton minimix dan harga readymix tidak ada hubungannya dengan perbedaan mutu betonnya, karena kedua truk tsb sama sama membawa mutu beton yang berkualitas sama, perbedaannya hanya pada truk pembawanya saja. Secara garis besar mutu beton yang sering digunakan untuk keperluan konstruksi bisa Anda lihat seperti dibawah ini :

  • Mutu beton K-B0 atau LC (Lean concrete), pemakaian mutu beton ini biasanya digunakan saat akan membangun lantai gudang atau pabrik. Mutu beton ini diratakan diatas tanah (layer pertama), setelah itu di layer kedua digunakan adukan beton yang bermutu lebih tinggi menyesuaikan dengan dengan rencana kerja.
  • Mutu beton K-100, K-125 hingga K-200, pemakaian mutu beton ini biasanya digunakan untuk pembangunan konstruksi dengan beban ringan spt : jalan dalam gang, teras rumah, jalan setapak dan masih banyak lainnya.
  • Mutu beton K-225, K-325 hingga K-350, pemakaian mutu beton ini sudah bisa digunakan untuk pembangunan konstruksi dengan beban sedang hingga berat seperti : pengedakan lantai 2 rumah, ruko, rukan. Pengecoran kolom / balok rumah ruko, rukan dan masih banyak lainnya.
  • Mutu beton K-350, K-375 hinga mutu K-500, pemakaian mutu beton ini sudah termasuk mutu beton dengan kekuatan tinggi karena dipersiapkan untuk pengecoran pondasi dalam dan produk produk precast, seperti bore pile / strauss pile, U-ditch, tiang pancang, pagar panel beton, dll.

Kategori Mutu Beton

Secara umum mutu beton yang biasa digunakan bisa dikategorikan menjadi 3 kategori mutu beton :

  1. Beton mutu rendah (< 20 MPa)
  2. Beton mutu moderat (20 s/d 40 MPa)
  3. Beton berkekuatan tianggi (> 40 MPa)
READ  Cara membalas pesan teks secara otomatis di Android

Mutu beton moderat atau biasa disebut beton normal, biasanya digunakan pada pengecoran pengecoran pekerjaan structural. Sedangkan mutu beton berkekuatan tinggi biasanya digunakan pada industry precast.

 

didit

Related Posts