Sebanyak 517 Pekerja di Jakarta Bekerja Dari Rumah Karena Virus Corona

Sebanyak 517 Pekerja di Jakarta Bekerja Dari Rumah Karena Virus Corona

Menanggapi wabah virus corona yang terjadi di Indonesia. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta telah mencatat. Ada sebanyak 517.743 tenaga kerja yang berada di Ibu Kota sudah melakukan sistem kerja dari rumah atau work from home pada hari senin tanggal 23 Maret 2020.

Data resmi dari Disnakertrans DKI Jakarta mengatakan bahwa jumlah tersebut diperoleh dari pekerja di 1.512 perusahaan di 19Jakarta. Kondisi ini berjalan dengan adanya penetapan masa darurat virus corona (Covid-19). Yang diberikan oleh Pemerintah Joko Widodo selama 2 minggu atau 14 hari sejak akhir pekan lalu.

Langkah ini merupakan upaya lanjutan dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Disnakertrans DKI Jakarta mengatakan bahwa bentuk dari WFH bisa dengan sepenuhnya bekerja dari rumah atau pembatasan jumlah pekerja atau waktu bekerja.

Data yang di dapat dari Disnakertrans DKI Jakarta, perusahaan yang menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (wfh) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga Swasta. Lalu juga dari berbagai sektor seperti manufaktur, telekomunikasi, konstruksi dan juga pertambangan.

Tercatat beberapa perusahaan yang sudah menerapkan work from home (wfh) atau kerja dari rumah yaitu, PT. Indosat Ooredo, PT. Telkomsel, Lazada Indonesia, PT. Coca Cola Indonesia, PT. Semen Indonesia, PT. Antam Tbk, PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, hingga PT. Xiaomi Communications Indonesia.

Status Darurat Virus Corona 14 Hari DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah mengumumkan status tanggap darurat virus corona (Covid-19) selama 14 hari mulai dari hari Jumat tanggal 20 Maret 2020. Masa darurat ini dapat diperpanjang apabila diperlukan.

Anies juga berharap dengan adanya kebijakan ini, masyarakat Jakarta bisa mengurangi berkegiatan di luar rumah, sehingga penyebaran virus corona (Covid-19) ini dapat dicegah. Anies mengatakan bahwa Social Distancing ini mutlak harus dilakukan oleh semua pihak, dan bila sebagian orang tidak melaksanakan kegiatan tersebut potensi penyebaran virus corona (Covid-19) dapat meningkat.

Data dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai hingga 514 kasus. Dari data tersebut, ada sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 29 orang lainnya sembuh.

READ  Mengenal Sanitasi Lingkungan

Lalu berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona adalah sebanyak 1.447 yang dimana 1.050 diantaranya sudah selesai dalam masa pemantauan. Tetapi 397 orang masih ada dalam proses pemantauan.

Sementara, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 646 orang dengan 394 orang diantaranya masih ada dalam perawatan dan 252 orang sudah pulang dan sudah dinyatakan sembuh dan sehat dari virus corona (Covid-19).

Jokowi terus menghimbau masyarakat agar mengikuti kebijakan yang telah dibuat. Seperti mematuhi kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Menghindari publik dengan tidak berkegiatan diluar rumah. Dan menggunakan masker setiap kali meninggalkan rumah. Hal ini dilakukan oleh Jokowi untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

fasha

Related Posts